Karena ketika semua ini adalah menjadi kenangan, akan sangat layak bagi saya untuk mengucapkan selamat tinggal.
Saya pernah katakan selamat tinggal, enam bulan lalu. Tapi Tuhan bilang, belum saatnya, masih banyak pelajaran yang bisa kamu pelajari darinya. Bahkan nyatanya 6 bulan itu begitu besar, begitu banyak saya belajar dari Anda. Dan saya ucapkan terima kasih. Terima kasih banyak untuk itu.
Anda tahu apa yang saya pelajari? Saya biasa menganggap kesendirian itu yang baik. Berbagi itu tidak penting. Dan merasa peka dan ingin membantu itu…tidak ada manfaatnya sama sekali.
Lalu Anda datang (bolehkah saya katakan bahwa saya INGIN anda datang, jauh sebelumnya, tapi pada akhirnya, takdir mempertemukan kita 6 bulan lalu) Saya belajar banyak. Saya mengerti kenapa orang-orang bersikap seperti itu sekarang. Saya mengerti kenapa orang marah bahkan jadi gila. Saya mengerti kenapa mereka bahagia.
Saya belajar banyak. Dan saya bersyukur pada Tuhan atas Anda. Dan saya berterimakasih pada Anda.
Sekarang, Tuhan -mungkin- berkata ini saatnya. Untuk selamat tinggal yang sesungguhnya. Karena Anda sempat ada. Dan itu yang gak kan hilang.
:D - 5 Februari 2012
Kemudian anda berubah. Perasaan itu tetap sama, hanya bagaimana Anda memandangnya, menyikapinya, memeliharanya berubah, berbeda.
Anda membuat perasaan itu besar. Membuatnya berguna, tidak hanya untuk Anda.
Jadi, janganlah bersedih. Karena perasaan ini boleh tidak hilang. Tapi Anda belajar dari sana, dan bukankah itu yang penting dari setiap langkah yang Kita ambil?
The eyes of Marines before, during & after Afghanistan. Photographed by Dutch photographer Claire Felicie.
:’(